Jumat, 09 Februari 2018

Inilah Mengapa Selalu ada Barongsai Setiap Imlek

Setiap perayaan Tahun Baru China atau Imlek, barongsai menjadi pertunjukkan yang ditunggu. Di klenteng, mal, sampai pasar malam barongsai hadir memeriahkan momen Imlek.

Boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga ini umumnya dimainkan oleh dua orang. Dengan gerakkan yang dinamis, barongsai memang menghibur. Namun mengapa pertunjukkan barongsai selalu identik dengan Imlek?

"Menurut kepercayaan leluhur (China), setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kahyangan," dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015.

Dari kepercayaan tersebut, maka orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

Versi lain disebutkan jika ada legenda yang berkembang di kalangan masyarakat kuno. Mahluk jejadian bernama 'nien' (sebutannya sama dnegan nien yang berarti tahun baru), suka menyerang manusia dan anak-anak.

Konon mahluk jejadian tersebut takut akan warna merah dan bunyi yang keras sepert petasan. Maka dari itu barongsai dengan musik yang meriah menjadi alat untuk mengusir 'nien'.

Hal yang unik penyebutan barongsai sebenarnya hanya ada di Indonesia. Nama asli kesenian ini di China adalah 'Wu Shi'. Negara Barat menyebut barongsai sebagai 'lion dance'.

Nama barongsai sendiri merupakan cerminan akulturasi China di Indonesia. 'Barong' berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya. Sementara 'Sai' dalam bahasa Hokkian berarti singa.
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar