Jumat, 09 Februari 2018

Pasar Smartphone China Menurun untuk Pertama Kali Dalam 9 Tahun

Industri smartphone China selama ini dikenal paling besar dengan pertumbuhan bisnis yang masif dari tahun ke tahun. Namun, tahun 2017 mencatat sejarah baru. Pasar China untuk pertama kalinya lesu sejak 2009 lalu.

Laporan dari firma riset IDC menunjukkan pengapalan smartphone di China menurun 15,7 persen pada kuartal IV-2017. Hal ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam sembilan  tahun. Jika ditotal untuk sepanjang 2017, penurunannya tercatat 4,9 persen dibanding 2016.

Menurut Research manager untuk IDC Asia-Pasifik, Tay Xiaohan, para vendor kurang berinovasi sepanjang 2017. Padahal, pasar sudah cukup matang untuk menuntut kemampuan lebih dari sebuah smartphone.

“Lini-lini baru hanya membawa pembaruan minor sehingga konsumen tak tergerak untuk membeli,” kata Tay Xiaohan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (7/2/2018), dari laporan IDC.

Berdasarkan analisis angkanya, mayoritas pemain lima besar di pasaran smartphone Negeri Tirai Bambu itu sejatinya masih menunjukkan pertumbuhan penjualan. Huawei berada di peringkat pertama dengan pengapalan 90,9 juta unit smartphone sepanjang 2017 atau bertumbuh 18,6 persen dibanding 2016.

Oppo dan Xiaomi bertengger di posisi kedua dan keempat dengan penjualan masing-masing 80,5 juta unit dan 55,1 juta unit sepanjang 2017. Keduanya mencatat pertumbuhan 2,7 persen dan 32,6 persen.

Vivo dan Apple yang bertengger di posisi ketiga dan kelima menunjukkan penurunan. Masing-masing menjual 68,6 juta unit dan 41,1 juta unit sepanjang 2017 dengan penurunan 0,8 persen dan 8,3 persen dari tahun ke tahun.

Melebihi semua itu, pemain-pemain kecil yang masuk kategori “Others” tersungkur paling dalam dengan penurunan penjualan kolektif 31 persen. “Pemain-pemain kecil terus berdarah-darah, sedangkan para pemain lima besar menumbuhkan pangsa pasarnya,” ujar Tay Xiaohan.

Ia memprediksi, tahun depan para pemain lima besar di China bakal lebih gencar menyentuh pasar menengah ke atas lewat smartphone dengan harga di atas 200 dollar AS atau sekitar Rp 2,7 jutaan. Hal ini untuk mengakomodasi pasar yang sudah mapan dan tak melulu tergiur dengan smartphone murah.

Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar