Minggu, 29 September 2019

Sandisk Ultra Dual Drive M3.0

Prewedding sudah menjadi seperti budaya masyarakat yang wajib untuk dilakukan. Calon istri saya bilang bahwa prewedding menjadi momen penting sebelum pesta pernikahan digelar. Namun, buat saya prewedding terdengar biasa saja karena hal tersebut hanya menghabiskan waktu, uang, dan tenaga saja. Saya dan calon istri diharuskan berpose seromantis mungkin, seperti tertawa secara terpaksa sambil memandang langit.  

Singkat cerita, kami sudah selesai melakukan sesi foto prewedding. Namun, calon istri saya ingin sebagian foto disimpan pada smartphone agar lebih mudah untuk di unggah ke media sosial. Saya sudah mewanti-wanti dia untuk menyimpannya 5 sampai 10 foto saja. Karena terlalu bersikukuh, ia pun tetap menyimpan foto prewedding tersebut hingga 100 foto yang memakan hampir separuh dari memori internal smartphone-nya.

Smartphone saat ini memang sangat bisa diandalkan untuk berbagai keperluan, salah satunya menyimpan foto. Namun, perangkat yang satu ini tentu saja memiliki kapasitas maksimal penyimpanan. Rata-rata, smartphone memiliki memori internal sebesar 32 sampai 64 GB saja. Dengan melihat kapasitas tersebut, banyak orang yang terlalu ‘keenakan’ menyimpan file-file penting sampai lupa untuk melakukan back up data.

Entah bagaimana ceritanya, file-file prewedding yang ada pada smartphone tiba-tiba terkena virus. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan sebagian foto hilang bahkan corrupt. Calon istri saya panik setengah mati karena foto-foto yang lucu dan bagus hilang dan hanya tersisa beberapa saja. Pada akhirnya, kami hanya menggunakan foto prewedding seadanya saja meskipun hasilnya tidak terlalu sreg dan #DibuangSayang.

Peristiwa tersebut tentu saja menjadi pelajaran tersendiri bagi kami. Melakukan back up data tentu saja sangat penting, apalagi data-data tersebut sangat penting. Resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan data tentu sangat memungkinkan terjadi, misalnya gara-gara terkena virus, tidak sengaja terhapus karena memori terlalu penuh, kerusakan pada smartphone, dan lain sebagainya. 

Hal ini tentu saja bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan smartphone sebagai wadah untuk penyimpanan data. Namun, kamu harus lebih apik dan berhati-hati saat menyimpan file, misalnya, kamu bisa menghapus atau menyisakan sebagian memori pada smartphone, melakukan plug and play yang praktis, mengupgrade smartphone untuk menambah kapasitas seperti menggunakan #SandiskAPAC, dan yang terpenting melakukan back up data menggunakan USB OTG SanDisk.

USB OTG SanDisk merupakan cara terbaru untuk mempercepat proses back up data pada smartphone ke perangkat lain. Dengan begitu, kamu pun tidak perlu takut kehilangan data penting pada pada smartphone. Hanya dalam hitungan menit saja, file-file kamu sudah ter back up dengan aman Selain file-file yang ada pada smartphone, perangkat yang satu ini juga bisa menyimpan file-file yang ada di media sosial kamu, seperti pada Instagram.

Oleh karena itu, saya pun segera membeli USB OTG SanDisk di toko elektronik terdekat. Selain membeli perangkat tersebut, saya juga membeli #SanDiskAPAC untuk meningkatkan performa pada smartphone dengan meningkatkan kapasitas memorinya. Dengan begitu, saya pun bebas untuk menyimpan file dalam jumlah banyak dan lebih bisa menikmati game secara mulus tanpa ada lag.

Itulah segelintir pengalaman yang harus dijadikan pelajaran oleh kita. Pada intinya, proses back up data tentu saja sangat penting, mengingat smartphone adalah bagian penting dalam kehidupan kita dalam kehidupan sehari-hari, sehingga intensitas penggunaannya pun akan lebih sering. Jangan lupa melakukan back up data secara berkala agar data-data penting tetap aman ya! Semoga bermanfaat.
Kategori: ,

3 komentar:

  1. Huft untung ada USB OTG dari SanDisk ya, kalau foto-fotonya hilang pasti bakalan nyesek

    BalasHapus
  2. Wah datanya hampir ilang yah hjehehe
    pemyelemaat memang USB OTG SanDIsk :D

    BalasHapus
  3. penting banget mbak, makanya ada USB OTG SanDisk sbagai sahabat dan temen buat backup data smartphonenya heheee

    BalasHapus