Minggu, 10 November 2019

Cek mobil bekas

Tentu saja tidak ada calon pembeli yang mau menerima mobil bekas yang bermasalah, seperti bekas tabrakan hebat. Meski kondisinya sudah diperbaiki sedemikian rupa, sehingga mulus kembali, mobil dengan riwayat demikian punya potensi masalah di kemudian hari.

Lebih memprihatinkan lagi, kalau ternyata calon pembeli tidak tahu jejak peristiwa negatif di masa lalu. Dan baru mengetahuinya setelah selesai transaksi dan dipakai sekian waktu. Sebagai konsumen, tentu akan merasa dirugikan. 

Nah, agar tidak merugi, mari kita perhatikan cara cek mobil bekas tabrakan berikut ini. 

#1: Cacat pada Bodi
Tabrakan yang hebat biasanya akan langsung berdampak pada bodi mobil. Jika peristiwanya sedemikian parah, maka kondisi ini tidak bisa pulih 100 persen. 

Bodi yang pernah penyok terlihat pada bagian-bagian lekukan. Panel bahkan bisa bergeser atau malah diganti. Sambungan pada panel juga terlihat tidak rata atau celahnya tidak simetris. Pada permukaan akan tampak bekas-bekas perbaikan seperti dempul yang tebal atau panel bodi yang tidak orisinil.

Ada cara sederhana, yakni cukup mengecek sealer pada kap atau daun pintu. Kalau sudah tidak orisinil, berarti kemungkinan mobil pernah tabrakan. Baut-baut yang terlihat pernah dibuka, bisa juga jadi indikasi. 

#2: Kaca Sudah Diganti atau Tak Presisi
Tabrakan juga bisa berdampak pada kaca mobil bagian depan atau belakang. Jejak ini bisa terlihat pada pemasangan yang tidak presisi. Sebaiknya jangan remehkan kondisi ini karena air hujan bisa masuk dari celah kaca dan merusak interior.

Untuk mendeteksi kaca yang sudah diganti cara sederhananya adalah dengan mengecek merek dan kode produksi. Jika ada perbedaan satu sama lain, pastilah sudah mengalami pergantian. Nah, tentang penyebab pergantiannya, harus dicari tahu lebih lanjut.   

#3: Bekas Perbaikan Pada Pilar Mobil
Kondisi pilar bodi dari depan ke belakang juga menjadi indikasi parah atau tidaknya tabrakan. Terutama jika terdapat perbaikan seperti dempulan.

Logika sederhananya, pilar bodi seharusnya merupakan bagian yang jarang terkena imbas tabrakan. Kecuali kalau tabrakan terjadi dari samping. Atau kemungkinan yang lebih parah yakni mobil pernah terbalik.  

#4: Cacat pada Rangka atau Sasis
Kecacatan pada rangka akibat tabrakan boleh dibilang bersifat permanen. Jika bagian lain pada mobil bisa diperbaiki sampai mulus, namun rangka mobil tidak bisa diganti. 

Ada tiga tempat yang perlu diperhatikan yaitu saat kita memeriksa kolong, ruang mesin, dan bagasi. Jika terdapat bekas las atau ketokan, itulah salah satu indikasi bekas tabrakan.

#5: Terasa Tak Stabil Saat Dikendarai
Apabila ada kesempatan untuk test drive, maka kita bisa lebih memastikan lagi. Cirinya, saat mobil dipacu 60 km per jam di jalan lurus, rasakan stabilitasnya. Jika terasa bergoyang atau tidak seimbang, ada kemungkinan mobil pernah kecelakaan.

Kondisi semacam ini terjadi karena tabrakan merusak struktur sasis, sumbu roda atau dudukan shockbreaker mobil. Jika titik-titik tadi mengalami kerusakan, maka kestabilan mobil akan terganggu.

Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

Memilih mobil bekas yang 100 persen bebas dari masalah memang tidak mudah. Apalagi dalam kasus mobil-mobil yang pernah tabrakan, pasti ada upaya dari pemilik sebelumnya untuk memperbaiki sebelum dijual. Masalahnya, bukan tidak mungkin peristiwa tabrakan itu berdampak di kemudian hari. 

Agar benar-benar yakin akan kondisi mobil, maka sebaiknya manfaatkan tenaga ahli yang sudah berpengalaman seperti Otospector. Inspeksi mobil yang dilakukan secara menyeluruh dan independen ini menjamin mobil yang Anda dapatkan, sesuai dengan harapan. 
Kategori: ,

0 komentar:

Posting Komentar