Bagi Berbagai Informasi | 2020

Minggu, 09 Februari 2020

Pada , , | Minggu, Februari 09, 2020 Berkomentar
Inspeksi mobil

Kendaraan bekas merupakan pilihan tepat untuk Anda yang ingin memiliki sarana transportasi pribadi dengan harga relatif murah. Lagi pula kualitas mobil bekas masih bagus sehingga Anda tidak merasa dirugikan. Namun, sebaiknya Anda tidak mudah terpengaruh dengan harga miring yang diberikan para pemasang iklan baik di media cetak atau online. Lakukan inspeksi mobil untuk memastikan kelengkapan surat-surat agar tidak menyesal kemudian hari. Hal ini untuk meminimalisir kerugian lebih tinggi jika Anda tertarik membeli mobil ilegal atau bodong.

Bahaya membeli mobil bodong yang wajib diwaspadai

Terkadang orang hanya berpatokan pada harga yang murah tanpa peduli melakukan pengecekan lebih detail. Mobil bodong atau tidak memiliki kelengkapan surat bisa berdampak pada sanksi hukum. Anda bisa saja berurusan dengan penegak hukum karena tidak memiliki kelengkapan BPKB dan STNK selain SIM pribadi.

BPKB merupakan surat yang memberikan informasi kepemilikan resmi kendaraan sedangkan STNK menjadi salah satu syarat pembayaran pajak. STNK perlu dicap bersamaan pembayaran pajak setiap tahun. Jangka waktu perpanjangan STNK adalah lima tahun. Tak ada STNK, bisa saja mobil bekas Anda akan disita petugas. Tak membawa STNK saat berada di jalan raya saja, Anda bisa terkena tilang lalu lintas hingga 500 ribu, lho!

Ada baiknya Anda melakukan inspeksi mobil bekas dengan mengecek surat-surat resmi. Jangan sampai tertipu oknum nakal yang sengaja memalsukan surat-surat tersebut. Anda bisa mengecek legalitas mobil dengan meminimalisir risiko penggantian nomor rangka dan nomor mesin. Jika ada sambungan logam yang dilas pada bagian rangka dan mesin, sebaiknya Anda mulai waspada. Anda juga bisa mengecek data kepemilikan kendaraan lewat situs website Samsat. 

Tips membeli mobil bekas yang berkualitas

Dewasa ini, jual beli mobil bekas semakin mudah dengan informasi iklan lewat situs maya. Anda tinggal selektif memilih iklan penjualan mobil yang pas dan menghubungi sang penjual. Simak tips membeli mobil bekas yang legal berikut ini. 

1. Melakukan inspeksi secara langsung

Lakukan inspeksi untuk mengecek kondisi mobil baik mesin, kelistrikan, performa test drive, dan lain-lain. Mengajak teman atau orang yang ahli di bidang mobil akan membantu Anda menemukan mobil yang tepat. Setidaknya Anda bisa mendapatkan mobil yang bukan bekas tabrakan, bekas kebanjiran atau risiko rusak lebih parah lain. 

2. Pengecekan surat-surat resmi

Mengecek kelengkapan surat yang resmi memberikan indikasi bahwa Anda terhubung dengan penjual yang benar-benar kredibel. Ketidaksesuaian penjual dengan nama pemilik kendaraan memang bisa menyulitkan Anda. Namun, Anda harus mencari informasi yang melatarbelakangi hal tersebut. Misalnya mobil bekas yang dijual memang telah berpindah ke banyak tangan tanpa melakukan balik nama. 

3. Mengecek harga di pasaran 

Jangan mudah tergiur dengan iklan penawaran harga mobil yang terlalu nyungsep. Harga murah tidak menjamin kualitas mobil rongsokan atau sebaliknya. Oleh sebab itu, Anda harus tahu harga umum di pasaran sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas tersebut. Lebih baik menabung uang lebih banyak untuk membeli mobil yang aman dan lengkap, ya! Mobil bekas tanpa surat lengkap bisa membuat Anda bermasalah dengan kepolisian. 

Cek mobil bekas wajib dilakukan sebelum membeli kendaraan orang lain, ya! Membeli secara perseorangan atau dealer sah-sah saja tergantung dengan keinginan Anda. Tentu simak kelebihan dan kekurangan masing-masing agar Anda bisa menentukan keputusan yang terbaik. Untuk informasi lengkap seputar cara mengecek kendaraan bekas berkualitas, bisa mengunjungi Otospector sekarang juga. 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar