Bagi Berbagai Informasi | 2020

Rabu, 25 Maret 2020

Pada , , | Rabu, Maret 25, 2020 Berkomentar
Pinjaman Online

Bosan jadi karyawan dan ingin terjun ke dunia usaha? Menjadi seorang pebisnis butuh perencanaan dan strategi yang matang. Kalau Anda tergoda membuka sebuah bisnis hanya karena tren pasar saja, risiko usaha bangkrut ditengah jalan masih sangat besar. Apalagi modal yang Anda miliki sangat terbatas, risiko darurat finansial bisa menghantui rencana Anda. Lalu, bisakah mengajukan hutang untuk merintis usaha kecil-kecilan? Pinjaman online di Julo bisa menjadi pilihan tepat untuk membantu Anda membuka usaha.

Merintis Usaha dengan Modal yang Efektif

Mengajukan pinjaman memiliki makna Anda berani berhutang sehingga tetap harus melakukan analisa kemampuan pembayaran tiap bulan. Pastikan Anda memiliki kemampuan untuk membayar cicilan agar tidak terseok-seok dalam hutang. Yuk, simak tips merintis usaha dengan modal hutang yang akan membantu Anda menjadi pebisnis sukses Indonesia!

1. Menentukan tujuan awal bisnis 

Apakah Anda setuju untuk resign demi menggeluti usaha ini? Sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor, sebaiknya Anda mempertimbangkan banyak hal termasuk risiko bisnis tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Jangan sampai semua modal sudah Anda keluarkan, tetapi usaha tidak bisa menunjukkan hasil terbaik. Padahal Anda harus membayar cicilan hutang setiap bulan, lho! 

Tentukan tujuan awal bisnis Anda dan bagaimana cara menjalankan usaha tersebut. Kalau Anda memang masih terkendala dengan berbagai hal seperti waktu pelaksanaan, modal yang dibutuhkan, keperluan dan biaya operasional awal usaha, dan lain-lain, sebaiknya tangguhkan rencana resign. Anda bisa memilih jenis usaha yang bisa dilakukan secara sampingan tanpa mengganggu pekerjaan utama. Analisa awal usaha bisa membantu Anda memiliki perencanaan matang terkait modal yang dibutuhkan. 

2. Menentukan waktu bisnis yang tepat

Kapan Anda akan mengajukan pinjaman online di Julo? Pinjaman yang Anda ajukan akan segera cair untuk memulai usaha baru. Pastikan Anda sudah mempertimbangkan waktu perilisan bisnis yang tepat. Menentukan kapan usaha akan segera diwujudkan sangat berpengaruh dalam mengelola dana pinjaman. Waktu yang tepat bisa membantu alokasi dana pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hutang Anda. 

Pada awal usaha, sebagian besar modal usaha sudah diterjunkan langsung sehingga Anda tetap wajib memiliki dana cadangan. Melakukan usaha dari hutang keseluruhan tidak sepenuhnya tepat sebab Anda harus memiliki rencana B dalam mengantisipasi risiko bisnis belum mendatangkan omset yang cukup untuk membiayai seluruh biaya operasional termasuk pembayaran hutang. Dengan memiliki dana cadangan, setidaknya usaha bisa tetap berjalan tanpa harus terkendala cicilan beberapa bulan kedepan. 

3. Melakukan simulasi perhitungan secara tepat 

Membangun sebuah usaha memang tidak mudah sebab butuh banyak perencanaan termasuk pengelolaan keuangan. Sebagai pemula yang lekas terjun ke dunia bisnis, Anda butuh simulasi perhitungan biaya secara tepat. 

Ada beberapa poin dasar yang harus Anda kalkulasikan dalam rencana pengeluaran dana Anda antara lain biaya modal utama untuk membeli peralatan usaha yang berumur jangka panjang, modal kerja mencakup bahan baku, bahan bakar dan pengeluaran aktivitas lain serta modal tenaga dan SDM. Jika Anda hendak merekrut karyawan, wajib memiliki alokasi dana gaji atau operasional sejak awal bulan usaha dirintis karena bisnis belum memberikan hasil optimal. 

4. Melakukan strategi pemasaran yang tepat 

Jika semua perencanaan terkait pengelolaan modal usaha sudah ditentukan dengan baik, Anda bisa mulai mencari strategi pemasaran yang tepat. Lakukan pemasaran melalui media online yang lebih efektif di era digital. Ciptakan konten dan pelayanan positif di media digital usaha Anda seperti media sosial, website dan lain-lain. 

Strategi pemasaran yang bagus akan mendukung kelangsungan usaha Anda jangka panjang. Anda bisa mendapatkan pengembalian modal lebih cepat dengan usaha yang lancar dan booming. Memulai usaha dengan modal hutang, siapa takut? 

Beberapa cara merintis usaha dengan modal hutang di atas bisa Anda coba terapkan untuk memulai bisnis baru. Tidak harus resign dari kantor, Anda bisa memulai langkah kecil dengan usaha sampingan lebih dulu. Siapa tahu Anda bakal memiliki usaha sampingan yang besar dan membuat Anda pensiun dini sebagai karyawan? Pebisnis sukses dengan usaha sampingan awal yang berkembang menjadi skala nasional hingga internasional, kenapa tidak?

Mendapatkan modal usaha dengan mudah 

Membuka usaha tak hanya dengan modal hutang semata, Anda harus tetap memiliki modal pribadi. Hal ini sebagai langkah antisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti risiko usaha tidak berjalan lancar. Setidaknya Anda tidak akan terjebak pada lilitan hutang yang berdampak pada penyitaan aset berharga. Dampak buruk ketidakmampuan pembayaran cicilan hutang tidak hanya berpengaruh pada finansial saja, namun dikejar debt collector bisa menjadi beban fisik dan psikis Anda. Jadi, pemikiran matang sebelum mengajukan hutang sangat diperlukan.

Cara mudah untuk mendapatkan usaha bisa Anda dapatkan dengan menjual harta, menggadaikan aset, memakai tabungan pribadi, mengikuti pelatihan yang memberikan bantuan usaha, dan lain-lain. Jika modal yang Anda miliki masih kurang, bisa segera membuat perhitungan modal tambahan dari pinjaman. Anda bisa meminjam pada saudara, teman, bank atau memilih pinjaman online yang kredibel. Penghitungan hutang yang tepat dan detail bisa membantu mengembangkan usaha rintisan Anda berkembang pesat. 

Dapatkan simulasi penghitungan pinjaman online di Julo yang aman, mudah dan terpercaya. Anda bisa mengajukan dana pinjaman hingga 15 juta tanpa agunan (KTA) dengan sistem tenor yang bisa disesuaikan kemampuan pembayaran. Yuk, segera ajukan dana pinjaman untuk memulai usaha kecil Anda sekarang juga! Segera hubungi kontak layanan atau mengunjungi laman resmi https://www.cekaja.com/banks/julo/pinjaman untuk mendapatkan informasi, syarat dan ketentuan pinjaman dana online yang lebih lengkap!
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar