Bagi Berbagai Informasi | 2020

Rabu, 23 September 2020

Pada , , | Rabu, September 23, 2020 Berkomentar
5 Tips Agar Investasi di Platform Peer to Peer Lending Menguntungkan

Banyak orang mulai mempercayakan uangnya untuk mendapatkan keuntungan melalui platform P2P Lending. Jika Anda baru belajar investasi pada instrumen ini, tidak perlu khawatir. Berikut akan dijelaskan mengenai P2P Lending, cara dan tips yang dapat Anda lakukan. 

Apa itu Investasi P2P Lending?

P2P Lending adalah platform yang mempertemukan investor (lender) dan peminjam (borrower) dalam transaksi pinjam meminjam. Pelaku usaha bisa mendapatkan pinjaman modal usaha dari investor dengan suku bunga yang seringkali lebih rendah daripada bank tradisional. Sementara tingkat bunga yang diperoleh investor bisa jauh lebih tinggi daripada yang mungkin diperoleh dengan memasukkan uang ke sertifikat deposito atau akun pasar uang. 

Bunga Tinggi, Risiko Tinggi

Investasi yang menguntungkan yang diperoleh melalui investasi P2P Lending lebih tinggi daripada rerata inflasi Indonesia. Ada beberapa faktor penting yang perlu Anda pahami ketika berinvestasi di P2P Lending. Pertama, peminjam dapat gagal bayar, sehingga Anda dapat kehilangan uang. Semakin tinggi tingkat pengembalian pinjaman, semakin besar kemungkinan gagal bayar.

Kedua, platform P2P tidak menjamin uang yang telah Anda investasikan dapat kembali karena perjanjian pinjam-meminjam adalah kesepakatan antara investor dengan peminjam. Meskipun begitu, P2P Lending di Indonesia sudah memiliki regulasi jelas yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam peraturan nomor 77/pojk.01/2016. 

Apakah Investasi di P2P Lending Terjamin?

Investasi di P2P Lending bisa terjamin karena aplikasi pinjaman yang ada di platform P2P Lending memiliki agunan. Hal ini bisa meminimalisasi risiko investasi, dimana uang yang Anda investasikan akan kembali kepada Anda meskipun peminjam gagal bayar.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Investasi di P2P Lending

1. Pilih Platform yang Aman

Platform yang aman mengurangi risiko uang Anda tidak kembali. Jika peminjam gagal bayar, Anda tidak dibiarkan kehilangan uang. Meskipun beberapa perusahaan pinjaman memiliki dana darurat untuk mengimbangi kerugian investor, tidak semua kerugian Anda dapat dibayar, melainkan hanya sebagian.

2. Pilih Platform yang Terdaftar di OJK

Sampai akhir tahun 2019, ada 127 perusahaan fintech P2P Lending yang terdaftar di OJK dan dapat dilihat di website resmi OJK. Amartha merupakan platform P2P Lending yang telah terdaftar di OJK dan dapat Anda jadikan pilihan sebagai instrumen investasi.

3. Pilih Peminjam dengan Skor Kredit Tinggi

Ada banyak aplikasi pinjaman di platform P2P Lending. Pilihlah perusahaan dengan skor kredit tinggi. Semakin tinggi skor kredit, semakin baik rasio keuangan mereka terhadap kredit. Dengan demikian, kemungkinan gagal bayar bisa diminimalisir. Skor kredit bisa dilihat di fact sheet masing-masing perusahaan yang mengajukan pinjaman.

4. Kenali Perusahaan yang akan Didanai

Sebelum menginvestasikan uang, Anda harus kenali perusahaan yang Anda pilih misalnya terkait jenis bisnis, jumlah karyawan, profit yang perusahaan dapatkan, dan rasio terhadap pinjaman yang mereka ajukan. Informasi tersebut tertera dalam fact sheet perusahaan. 

5. Diversifikasi

Diversifikasi merupakan strategi untuk menekan risiko investasi dengan meletakkan uang dalam beberapa peluang pendanaan. Bila ada satu borrower gagal membayar pinjaman, Anda tidak akan kehilangan semua uang karena Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari peluang pendanaan lain.

Setelah membaca uraian tentang P2P Lending hingga berbagai tipsnya, apakah Anda siap untuk memulai investasi online? 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar